Tampilkan postingan dengan label ELECTRONIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ELECTRONIK. Tampilkan semua postingan

28 September 2010

Rangkaian FM Wireless HI-FI

To relieve you of any concern related to high frequency, I used a module ready, in case a module Aurel audio FM transmitter. This tiny circuit board with 2 cm by 4 cm supports a transmitter modulation frequency track, delivering an RF power of 10 mW which is quite sufficient for the desired use. As it is driven by a resonator surface wave, its frequency stability is excellent.


As you can see the review of the scheme, the module can stand alone even for some HF itself since it lacks power and a network of pre-emphasis R7, R8, C6, designed to improve quality transmission of higher frequencies.

Schematic of the transmitter
Rangkaian Transmitter FM Wireless HI-FI

The input level required by the circuit to achieve a sufficient modulation rate of 100 mV rms, a preamplifier is necessary for our microphone. It is the role of IC1, mounted on a very classic inverting amplifier with adjustable gain through P1.

The provided microphone is a model electret with its supply circuit formed by R1, R2 and C1, but you might as well use a conventional dynamic mic, or an external electret microphone with its integrated power supply in which case R1, R2 and C1 disappear.

2. Receiver

As to the transmitter, I used a module Aurel, which is an FM audio receiver. It also appears as a tiny circuit board containing all the components of the receiver, equipped with a squelch circuit or quiet as I put to good use.

As illustrated, the audio output takes place on the leg 10 of the module and should be désaccentuée through capacitor C4 to offset the effect of pre-emphasis circuit used in the show. The AF level issued by the module may be insufficient for some high fidelity amplifiers or mixers certain: it is only 100 mV in the best cases I amplifies a bit through rose IC1 very classic.
Schematic of receiver

Rangkaian Receiver FM Wireless HI-FI

In order not to saturate the amplifier or mixer that follows, the adjustable potentiometer P1 can measure the level applied to it.

This preamplifier is fed continuously as the module Aurel but instead receives its power through the leg 18 of the latter. This output is in fact controlled by the internal circuit noise and is connected to power when the circuit noise estimates have detected a valid issue. The operating threshold of the muffler is adjustable and is obviously the role of the potentiometer P2 is the only external control of the receiver.

The food in turn must be regulated to 5 volts, which is made by IC2 which can receive input from 9 to 15 volts from such amplifier associated with a block or sector-style outlet . The low power consumption of the arrangement (of the order of 30 mA) makes this power supply.


22 September 2010

Memperbaiki Magic Jar (Penanak nasi, penghangat nasi)

Memperbaiki Magic Jar – Tentu kawan sudah tidak asing dengan peralatan  yang fungsinya untuk penanak nasi ataupun sekedar penghangat nasi, magic com atau magic jar. Dengan harga yang sangat murah kita sudah bisa mendapatkan peralatan elektronika ini. Dengan menggunakan alat ini kita bisa menghemat waktu, tinggal colok, menanak nasi tak perlu lagi harus ditunggu, jika sudah matang secara otomatis akan mati sendiri.
Mungkin karena seringnya digunakan maka peralatan elektronik ini sangat rentan dan mudah rusak. Beberapa jenis kerusakan pada peralatan ini adalah diantaranya mati total, nasi cepat berwarna kuning dan bau ataupun nasi cepat kering.
Lalu apa sebenarnya penyebab hal tersebut terjadi?
Untuk mati total (lampu tidak nyala), bisa disebabkan oleh sekring ataupun element pemanas putus
Nasi berwarna kuning dan cepat bau ataupun cepat kering, hal ini biasanya disebabkan oleh element pemanas yang tidak berfungsi normal. Bisa karena element pemanas bagian penutup mati, untuk mengatasinya cukup dengan mengganti element pemanas dipenutupnya.
Untuk nasi cepat bau sementara pemanas bagian body ataupun penutup ternyata normal biasanya bisa diatasi dengan mengoleskan jeruk nipis pada bagian dalam tempat nasi.
Penanak nasi ataupun penghangat nasi sebenarnya  atau elementnya sangat sederhana, yaitu:
1. Lampu 2 buah: 1.Power 2. Warm
2. Thermostate sebagai Control / Pemutus hubungan panas
3. Elemen Body sebagai pemanas dan penghangat
4. Elemen Tutup sebagai penghangat
5. Kabel Penghubung
Cukup sederhana bukan?

Komponen Elektronika: Resistor (part-2)

Kali ini masih membahas tentang pengenalan resistor. Beberapa hal yang akan kita bahas adalah tentang jenis-jenis resistor.
Dalam jenis rangkainannya resistor terdapat 2 jenis rangkaian, yaitu:
1. Rangkaian Seri
Rangkaian resistor secara seri akan mengakibatkan nilai resistansi atau hambatan total yang dihasilkan semakin besar. Di bawah ini contoh gambar resistor yang dirangkai secara seri.
2. Rangkaian Paralel
Rangkaian resistor secara paralel akan mengakibatkan nilai resistansi atau hambatan pengganti semakin kecil. Di bawah ini contoh gambar resistor yang dirangkai secara paralel.
Jenis-jenis resistor berdasarkan penggunaannya, yaitu:
1. Resistor Biasa/tetap (tetap nilainya), ialah sebuah resistor penghambat gerak arus, yang nilainya tidak dapat berubah, jadi selalu tetap (konstan). Resistor ini biasanya dibuat dari nikelin atau karbon.
2. Resistor Berubah (variable), ialah sebuah resistor yang nilainya dapat berubah-ubah dengan jalan menggeser atau memutar toggle pada alat tersebut. Sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan jenis ini kita bagi menjadi dua, Potensiometer, rheostat dan Trimpot (Trimmer Potensiometer) yang biasanya menempel pada papan rangkaian (Printed Circuit Board, PCB).
3. Resistor NTC dan PTS, NTC (Negative Temperature Coefficient), ialah Resistor yang nilainya akan bertambah kecil bila terkena suhu panas. Sedangkan PTS (Positife Temperature Coefficient), ialah Resistor yang nilainya akan bertambah besar bila temperaturnya menjadi dingin.
4. LDR (Light Dependent Resistor), ialah jenis Resistor yang berubah hambatannya karena pengaruh cahaya. Bila cahaya gelap nilai tahanannya semakin besar, sedangkan cahayanya terang nilainya menjadi semakin kecil.
Dilihat dari fungsinya, resistor dibedakan menjadi :
1. Resistor/tahanan tetap
Yaitu resistor yang nilainya sudah tetap, tidak bisa diubah-ubah.
Fungsi :
- Pembagi tegangan.
- Memperkecil arus.
- Memperbesar dan memperkecil tegangan.
2. Resistor/tahanan tidak tetap ( variable )
Contoh : potensiometer , trimmer , tahanan geser.
Fungsi :
- Sebagai pengatur volume ( mengatur besar kecilnya arus ).
- Sebagai tone control pada sound system.
- Sebagai pengatur tinggi rendahnya nada ( bass / treble ).
- Sebagai pembagi tegangan arus dan tegangan.

Pengenalan Komponen Elektronika: Resistor (part-1)

Resistor adalah merupakan komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian elektronika. Resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Ω (dibaca Omega).
Fungsi resistor adalah untuk menahan tegangan dan arus listrik. Semakin besar nilai suatu hambatan resistor maka arus dan tegangan yang mengalir juga akan semakin kecil, begitu pula sebaliknya.
Nilai pembacaan pada resistor biasanya ditunjukkan dengan kode warna gelang atau cincin yang ada pada body resistor tersebut.
Ada 3 jenis resistor yang menggunakan kode gelang atau cincin warna
1. Resistor dengan 4 cincin warna
Menghitung nilai resistor dengan melihat kode warna
tabel nilai resistor 4 gelang warna
Keterangan: Untuk cincin pertama menunjukkan nilai angka yang pertama, cincin warna kedua menunjukan nilai angka kedua, cincin warna ketiga menunjukan jumlah nol, sedangkan cincin keempat menunjukan nilai toleransi.
Contoh:
Resistor warna kuning, ungu, merah, emas
4 + 7 x 100 5% = 4700 5% = 4k7 Ω 5%
Resistor warna coklat, hitam, merah, emas
1 + 0 x 100 5% = 1000 5% = 1k Ω 5%
Nilai 5% diatas merupakan jumlah batas nilai kewajaran atau toleransi dari resistor tersebut. Misalnya resistor dengan nilai 4700k Ω 5%. Ini berarti nilai yang masih dianggap wajar adalah jika kita ukur menggunakan alat Ohm meter nilainya berkisar antara 4700-5% atau 4700+5%, selama masih berada diantara nilai tersebut maka resistor masih dianggap baik.
2. Resistor dengan 5 cincin warna.
Pada resistor dengan 5 cincin warna cara menghitungnya sebenarnya sama hanya saja faktor pengali berada pada cincin ke empat.
Misal: resistor dengan warna kuning, ungu, hitam, orange, coklat
Jadi nilainya adalah 4 + 7 + 0 x 1000 = 470000 Ω = 470k Ω dengan toleransi 1%
3. Resistor dengan 6 cincin warna.
Untuk resistor dengan 6 cincin warna cara menghitungnya sama dengan resistor 5 warna. Warna ke enam adalah merupakan kode untuk temperature.
Nb: Untuk mengetahui mana cincin pertama, perhatikan jarak antar cincin. Sebagai panduan bahwa cincin yang jaraknya berdekatan merupakan cincin pertama, sedangkan yang agak berjauhan merupakan cincin terakhir.
cara menghitung nilai resistor
Besarnya ukuran fisik resistor biasanya sangat tergantung watt atau daya maksimum yang mampu ditahan oleh resistor. Umumnya di pasaran tersedia ukuran 1/8, 1/4, 1, 2, 5, 10 dan 20 watt. Resistor yang memiliki daya maksimum 5, 10 dan 20 watt umumnya berbentuk balok berwarna putih dan nilai resistansinya dicetak langsung dibadannya, misalnya 1KΩ5W

Software Khusus Untuk Menghitung Nilai Resistor

Pada beberapa posting artikel sebelumnya  sudah menjelaskan pengenalan  seperti resistor serta bagaimana cara menghitung nilai resistor. Untuk kali ini saya ingin memberikan sebuah software khusus yang bisa kita jadikan patokan ketika kita belajar menghitung nilai resistor.
software untuk menghitung nilai resistor
Dengan menggunakan software ini kita bisa dengan mudah mempelajari atau menghitung nilai resistor. Cara menggunakannya tinggal install lalu kita klik setiap warna dari gelang atau cincin yang ada pada tubuh resistor. Maka kita akan mengetahui nilai dari resistor dengan warna tersebut.
Silahkan 

TEOORI HUKUM OHM

Dalam hukum Ohm diketahui bahwa nilai resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus dan tegangan yang mengalir melalui resistor tersebut. Artinya semakin tinggi nilai resistansi atau hambatan maka nilai tegangan dan arus yang mengalir akan semakin kecil.
hukum ohm
Dimana:
V = tegangan dengan satuan Volt
I = arus dengan satuan Ampere
R = resistansi dengan satuan Resistansi
P = daya dengan satuan Watt

21 September 2010

DC To AC Inverter with ic 555

Seri inverter DC-AC menghasilkan tegangan AC tegangan output karena bersih. IC 555 dikonfigurasi sebagai osilator frekuensi rendah. Frekuensi dapat diubah 50-60 Hz dengan frekuensi R4 potensio meter berubah.

Ini inverter DC ke AC skema menghasilkan output AC pada frekuensi dan tegangan line. The 555 dikonfigurasi sebagai osilator frekuensi rendah, merdu selama rentang frekuensi dari 50 sampai 60 Hz dengan R4 potensiometer Frekuensi.
The 555 feed output (diamplifikasi dengan Q1 dan Q2) ke input trafo T1, sebuah transformator filamen reverse-terhubung dengan langkah-up diperlukan rasio belitan. Kapasitor C4 dan coil L1 filter input ke T1, meyakinkan bahwa itu adalah gelombang sinus secara efektif. Mengatur nilai T1 untuk tegangan Anda.
Output (dalam watt) adalah terserah Anda dengan memilih komponen yang berbeda.
Input tegangan 5V ke mana saja dari 15Volt DC, menyesuaikan tegangan tutup 2700uF bekerja sesuai.Penggantian jenis untuk Q1 adalah: TIP41B, TIP41C, NTE196, ECG196, Penggantian jenis lain-lain untuk Q2 adalah: TIP42B, TIP42C, NTE197, ECG197, dll Jangan takut untuk menggunakan jenis lain dari spesifikasi yang mirip, itu hanya transistor. .. ;-)
Parts List:
R1 = 10KR2 = 100KR3 = 100 ohmR4 = 50K potmeter, LinearC1, C2 = 0.1uFC3 = 0.01uFC4 = 2700uFQ1 = TIP41A, NPN, atau setaraQ2 = TIP42A, PNP, atau setaraL1 = 1uHT1 = Filament transformator, pilihan Anda
Jika semuanya bekerja, baik. Jika tidak, santai dan tidak frustrasi. Lakukan pemeriksaan berikut:
1. Anda telah terhubung transformator filamen di MUNDUR ya?2. Jika tidak, putuskan hubungan dengan tegangan dan sebaliknya. Jika Anda memiliki, lepaskan trafo dan mengukur tegangan setelah L1 dan tanah.3. Hanya dalam kasus, TANAH untuk rangkaian ini adalah sama dengan negatif (-).4. Q1/Q2 adalah oposites, e.i. npn / pnp.5. Apakah 555 Anda mungkin rusak? R3 Putus dari pin 3 dan pin 3 untuk memeriksa denyut nadi.6. Periksa transistor Anda untuk memastikan mereka tidak rusak.
Kesalahan memperbaiki: Pin 7 dan 2 adalah terbalik. pinout Asli benar.

DC To AC Inverter

SKEMA RANGKAIAN INVERTER DC TO ACDaftar komponen: Part Total Qty. Keterangan substitusi C1, C2 UF 68, 25 V Tantalum Capacitor R1, R2 10 Ohm, 5 Watt Resistor R3, R4 180 Ohm, 1 resistor Watt D1, D2 154 Hep dioda Silicon Q1, Q2 transistor NPN 2N3055 (lihat "Catatan") T1 24V, Pusat mengetuk Transformer (lihat "Catatan") MISC 1 Kawat, Kasus, Receptical (Untuk] OutputQ1, Q2, dan t1 adalah ukuran pad watt yang dihasilkan, Anda dapat menggunakan transistor yang lebih besar untuk mendapatkan sumber daya lebih dari kebanyakan serta juga untuk trafo. di sini t1 menggunakan 15 ampere, dengan seri seperti ini dihasilkan 300 watt daya. untuk mengubah tegangan output dapat angin kumparan sekunder t1 Anda sendiri, twist Exchange untuk voltase lebih besar. melampirkan output dari sekering.


120 Watt Audio Power Amplifier Circuit


IC TDA7294 120 Watt  Power Circuit

Amplifer with IC number TDA7293 for process sound system. This amplifer was have the input for a radio, TV, stereo or other line level device. It also has a phono input for a record player, guitar, microphone or other un-amplified source. With the addition of a low pass filter at the input, it makes a great amp for a small subwoofer.

Parts
R : 660 Ohm 1/4 W Resistor = 2 pcs.
R : 22K 1/4 W Resistor = 5 pcs.
R : 10K 1/4 W Resistor = 1 pcs.
R : 30K 1/4 W Resistor = 1 pcs.
C : 2200uF 35V Electrolytic Capacitor = 2 pcs.
C : 0.22uF Capacitor = 2 pcs.
C : 22uF Capacitor = 4 pcs.
C : 0.45uF Capacitor = 2 pcs.
U1,2 : TDA7294 100W DMOS AUDIO AMPLIFIER WITH MUTE/ST-BY
T1 : 50V Center Tapped 5 Amp Transformer
S1 : SPST 3 Amp Switch
S2 : DPDT Switch
F1 : 2 Amp Fuse
SPKR1 : 8 Ohm 120W Speaker
MISC : Case, Knobs, Line Cord, Binding Posts Or Phono Plugs (For Input And Output), Heatsinks For Q1 And Q2
 

18 September 2010

tegangan cut-out


skema  di atas  bawah tegangan cut-out
akan menyimpan peralatan mahal Anda listrik dan elektronik
 dari efek buruk dari tegangan listrik yang sangat tinggi dan sangat rendah.
Rangkaian fitur reset otomatis dan menggunakan komponen yang mudah tersedia.
Itu membuat penggunaan pembanding tersedia di dalam IC 555 timer.
Pasokan disadap dari berbagai sudut sirkuit power supply untuk relay
dan mengendalikan operasi rangkaian untuk mencapai reliabilitas.
Rangkaian ini menggunakan komparator 2 untuk kontrol
sedangkan pembanding 1 output (dihubungkan ke pin reset R) dijaga tetap rendah
dengan korslet pin 5 dan 6 555 IC.
 Pin masukan positif dari pembanding 2 adalah pada 13rd tegangan Vcc.
Jadi selama pin masukan negatif 2 kurang positif dari 1  3 Vcc,
output komparator 2 tinggi dan flip-flop internal diatur,
yaitu yang output Q (pin 3) cukup tinggi.
 Pada saat yang sama pin 7 adalah dalam keadaan impedansi tinggi dan LED terhubung ke pin 7
 menjadi off. Output (di pin 3) membalikkan (pergi rendah) ketika pin 2 diambil ]
lebih positif dari 1  3 Vcc.
Pada saat yang sama pin 7 pergi rendah (sebagai Q ouptput
dari flip-flop internal yang tinggi) dan LED terhubung ke pin 7 menyala.
Kedua timer (IC1 dan IC2) yang dikonfigurasi untuk berfungsi dalam cara yang sama.
 Preset VR1 disesuaikan untuk di bawah tegangan (katakanlah 160 volt) cut-out dengan
mengamati bahwa LED1 hanya lampu ketika tegangan listrik sedikit lebih besar dari 160v AC.
 Pada pengaturan ini output di pin 3 dari IC1 rendah dan transistor T1 adalah di cut-off
 negara. Sebagai hasil  RESET pin 4 dari IC2 diadakan tinggi karena terhubung ke Vcc
 melalui resistor R4 100 kilo-ohm.
 Preset VR2 disesuaikan dengan tegangan lebih (katakanlah 270V AC)
 cut-out dengan mengamati bahwa LED2 hanya memadamkan ketika tegangan listrik
 sedikit kurang dari 270V AC. Dengan RESET  4 pin tinggi IC2, output pin 3 juga tinggi.
 Sebagai hasil transistor T2 melakukan dan energises relay RL1, beban menghubungkan ke
catu daya melalui  nya N O kontak.
 Ini adalah situasi selama tegangan listrik lebih besar dari 160v AC
tetapi kurang dari 270V AC. Ketika listrik tegangan melampaui AC 270V,
itu menyebabkan keluaran pin 3 dari IC2 untuk pergi rendah dan cut-off
 transistor T2 dan de-relay energi RL1, meskipun RESET  pin 4 masih tinggi.
 Ketika listrik tegangan menurun di bawah 160v AC, s pin IC1 3 pergi tinggi dan LED1
dipadamkan. Output tinggi di pin 3 hasil dalam konduksi dari transistor T1.
Sebagai seorang kolektor hasil dari transistor T1 seperti juga  RESET pin 4
dari IC2 ditarik rendah. Dengan demikian output dari IC2 pergi rendah dan T2 transistor
tidak melakukan. Sebagai hasil relay RL1 adalah de-energized, yang menyebabkan beban harus

diputuskan dari suplai. Ketika listrik tegangan lagi melampaui 160v AC
(tapi kurang dari 270V AC) relay lagi energises dapat terhubung beban ke power supply

Audio level meter (vumeter)

Sirkuit ini menggunakan hanya satu IC dan jumlah yang sangat sedikit komponen eksternal. Ini menampilkan tingkat audio dalam hal 10 LED. Tegangan input dapat bervariasi dari 12V ke 20V, tetapi disarankan tegangan 12V. LM3915 adalah sirkuit terpadu monolitik bahwa indra level tegangan analog dan LED sepuluh drive menyediakan dB 3 logaritmik / langkah tampilan analog. drive saat LED diatur dan diprogram, menghilangkan kebutuhan untuk resistor pembatas arus. IC berisi referensi tegangan diatur dan sepuluh langkah pembagi tegangan akurat. Buffer input impedansi tinggi menerima sinyal ke tanah dan sampai dalam 1.5V pasokan positif. Selanjutnya, perlu ada perlindungan terhadap input dari 35V. Buffer masukan drive 10 pembanding individu direferensikan ke pembagi presisi. Akurasi biasanya lebih baik dari 1 dB.LIAT SKEMA DOWNLOAD

Power supply failure alarm

Klik di sini untuk Circuit Diagram. Kebanyakan sirkuit listrik indikator kegagalan memerlukan catu daya terpisah untuk diri mereka sendiri. Tapi sirkuit alarm disajikan di sini tidak memerlukan sumber tambahan pasokan. Perusahaan ini mempekerjakan sebuah kapasitor elektrolitik untuk menyimpan biaya yang memadai, untuk memberi makan listrik ke sirkuit alarm yang membunyikan alarm untuk suatu jangka waktu yang wajar saat pasokan gagal. sirkuit ini dapat digunakan sebagai alarm untuk pasokan listrik dalam kisaran 5V dengan 15V. Untuk mengkalibrasi sirkuit, pertama menghubungkan catu daya (5 hingga 15 V) maka memvariasikan potensiometer VR1 sampai bel pergi dari ke off. Setiap kali pasokan gagal, resistor R2 menarik basis dari transistor rendah dan jenuh itu, memutar bel ON.

16 September 2010

TOA PROBLEM

Hearing the words TOA, our minds will definitely fixed on a brand ampilfier who once branded the country Indonesia, in addition to local products, amps ioa is also a topnotch amps are often used for public purposes in masarakat. but since large numbers of cheap china product entry to Indonesia, it seems that manufacturers of brand ioa is trying to compensate for their price (China) by using some components cheaper .. who as a result, now is not got amps toa more. year old home in the mushola2, seminar rooms, a stage amp dll. Now toa not as tough as before, just because of one thing: the product output ioa began the 2000s using a transistor-type C5199 .. final result if the amp is getting hot / increased temperature .work this transistor .. if you have shaky voice amps ioa "new" defective / cracked and very feeble .no problem. replace just need to type the previous output of type D1047 .. (do not forget the original, not imitation), you'll be dashing back toa ..